Balinuraga Lampung, sebuah keluh kesah.

mengenai konflik balinuraga, Lampung. jujur, sisi SARA saya sempat terusik, tapi saya berusaha untuk mengabaikannya. di sini saya berpendapat secara umum saja. saya berpendapat sebagai masyarakat Indonesia yang mendambakan sebuah perdamaian.

sungguh sangat ironis sebuah kerusuhan terjadi di malam sumpah pemuda. awalnya saya tidak percaya akan berita tersebut, yang ada dipikiran saya hanyalah “aduh, paling-paling juga isu SARA lagi”. Hingga hari ini (Jum’at 1 November), saya pun terusik oleh broadcast-broadcast yang saya dapatkan. Saya sungguh terkejut akan berita diadakannya ngaben massal untuk korban-korban kerusuhan, maka dari itu saya pun segera mencari berita-berita yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

tidak banyak berita yang memberikan informasi yang memuaskan, dan menurut saya malah hampir tidak ada. Saya tidak menemukan informasi akurat mengenai pemicu kerusuhan tersebut (mungkin jika pembaca ada yang mengetahui, kiranya dapat meninggalkan komentar di blog ini).

mengapa saya berusaha mencari informasi mengenai asal-usul terjadinya konflik ini?

kembali ke permasalahan darimana saya mendapatkan info melalui konflik ini, yaitu broadcast BBM. broadcast yang saya dapat, semuanya berasal dari warga Bali. tentunya saya hanya mendapatkan berita dari satu sudut pandang saja. awalnya sisi SARA saya terusik. saya merasa kami, kaum minoritas ini selalu menjadi korban iri hati, korban kebiadabanĀ  manusia-manusia yang mengatas namakan tindakannya sebagai “tugas agama” padahal itu semua omong kosong!

namun saya berusaha untuk tidak membiarkan perasaan itu merajalela. oleh karena itu saya pun mencari berita-berita yang bisa dikatakan datang dari sudut pandang yang netral.

ada beberapa berita yang menyebutkan asal muasal konflik ini, bisa di cek di http://news.detik.com/read/2012/10/30/215829/2076830/10/warga-balinuraga-kami-ingin-damai-dan-tenang?9911012

http://www.bisnis.com/articles/tragedi-lampung-perlu-dicegah-dengan-asimilasi-sosial

saya sendiri berusaha berpendapat secara netral saja, dan saya mohon maaf kalau apa yang saya tuliskan di blog ini kurang berkenan di hati para pembaca.

kasus ini mengingatkan saya terhadap sebuah film favorit saya yang berjudul “Hotel Rwanda”. pada film ini diceritakan mengenai kejadian genocida yang pernah terjadi di Rwanda-Afrika. saya tidak pernah menyangka kalau akhirnya kejadian serupa terjadi di negara saya, di saat saya masih hidup pula. sungguh memalukan, negara yang ikut meratifikasi aturan-aturan mengenai HAM, ternyata di dalamnya terjadi pelanggaran HAM.

kalau kita menengok ke belakang, banyak sekali kejadian-kejadian seperti ini. mungkin ada yang masih ingat tragedi Sampit? kerusuhan di jakarta sebelum reformasi? dan masih banyak lagi kasus konflik antar suku yang terjadi di negara kita ini.

sungguh perih rasanya membaca, melihat, dan mendengar berita-berita semacam ini. dalam pikiran saya terbersit, apakah sebenarnya tujuan manusia ini hidup di dunia? dengan dibekali akal, pikiran, dan perasaan, apakah manusia lahir hanya untuk saling membenci dan menghabisi?

dan saya mencoba melihat lebih jauh lagi ke belakang, saat para pahlawan berjuang memerebutkan kemerdekaan, hingga akhirnya Indonesia merdeka, serta diakui keberadaannya sebagai negara yang berdaulat. tapi pada akhirnya negara ini nyatanya sekarang sangat tidak merdeka, dan bodoh!

saya menyesalkan adanya konflik-konflik seperti ini, karenabesar sekali kerugian yang diderita negara kita ini. yang paling saya sedihkan dan sesalkan adalah, yang pertama para orang tua usia lanjut, yang tidak berdaya, yang seharusnya menikmati masa tua mereka dengan tenang, malah terusik, dan bahkan menjadi korban. kedua, anak-anak usia sekolah. dimana pada usia ini emosi dan jiwa mereka sedang berkembang. sedih rasanya melihat mereka harus cuti sekolah entah sampai kapan hanya karena hal yang tidak penting seperti ini.

siapa yang salah dalam hal ini? pemerintah? keluarga? warga? atau…. agama?

inilah keburukan yang tanpa disadari selalu dilakukan semua orang yaitu “saling menyalahkan”. melakukan hal-hal yang merugikan orang lain, alasannya “agama saya tidak melarang kok”
. atau ada juga versi “biar saja, biar pemerintah kapok dapat masalah terus”

entah bagaimana, sepertinya hal ini sudah menjadi suatu siklus yang seakan-akan tidak bisa diputus.

lalu bagaimana penyelesaian masalah ini?

mudah saja. amalkan dasar negara kita, Pancasila. amalkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. ingatlah sumpah pemuda, sadarilah bahwa negara kita ini adalah negara kesatuan yang terdiri dari bermacam-macam suku budaya. suku ataupun budaya kita mungkin berbeda. tetapi kita semua satu kewarganegaraan. keanekaragaman kita adalah kekayaan kita. kenapa harus ribut dan berusaha keras agar seragam? kembar identik saja punya perbedaan…. kita juga tidak bisa merubah bebek menjadi kucing.

akhir dari tulisan ini, saya berharap akan ada sebuah perubahan yang positif pada bangsa dan negara Indonesia ini.

Advertisements

About paramita kelakan

hi guys! thank you for visiting my blog. i'm really an amateur, so i still learn how to make a good post and design. hahaha. if you want to ask more details about a place that i've ever visited or anything, just mail me at kelakanmita@gmail.com =) ====================================== salam semua! terimakasih ya sudah berkunjung ke blog ini. kalau misalnya mau bertanya lebih lanjut mengenai postingan saya, bisa email ke: kelakanmita@gmail.com terimakasih... =)
This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Balinuraga Lampung, sebuah keluh kesah.

  1. Kencana Dewi says:

    Semoga dapat memberikan inspirasi banyak orang …. menuju kedamaian….
    Semangattt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s